KAMI BERBAGI TUBUH - Dissosiative Identity Disorder
“KAMI BERBAGI TUBUH”
Elaina adalah terapis klinis berlisensi.
Connie adalah seorang perawat. Sydney adalah gadis kecil periang yang suka
mengumpulkan serangga di dalam toples mayones bekas. Lynn seorang pemalu dan
kesulitan memperkenalkan dirinya, dan Heather adalah seorang remaja yang sedang
berusaha keras untuk menjadi orang dewasa. Kami adalah orang-orang yang
berbeda, tetapi kami memiliki satu kesamaan yang sangat penting: Kami berbagi
tubuh....
Kami
memiliki belasan orang yang berbeda yang hidup di dalam diri kami,
masing-masing dengan memori, bakat, cita-cita, dan ketakutan tersendiri.
Beberapa dari kami “keluar” untukbekerja atau bermain atau memasak atau tidur.
Beberapa dari kami hanya melihat dari dalam. Beberapa dari kami masih tersesat
di masa lalu, masa lalu yang kelam dan penuh dengan inses serta kekerasan. Dan
ada banyak yang merasa hancur dengan masa lalu seperti ini dan juga yang
sembunyi jauh di dalam diri kami sehingga kami khawatir tidak akan pernah dapat
menjangkaunya....
Banyak
alter ego kami yang terlahir akibat KEKERASAN. Beberapa muncul karena
dibutuhkan, sementara beberapa yang lain muncul untuk melindungi.
Leah
muncul setiap kali ia mendengar ayah kami berkata, “Sini, berbaringlah sejenak
di samping ayah”. Jika ia muncul, tidak ada satupun alter ego kami yang harus
melakukan hal yang ayah inginkan. Leah dapat melakukannya untuk kami dan melindungi
kami dari bagian KELAM masa kecil kami. (DSM 5, NEVID, dkk. 2018)
Sepenggal
kisah dari “Quiet Strom”, nama samaran yang digunkan oleh seorang wanita yang
memiliki beberapa kepribadian di dalam dirinya. Dissosiative Identitiy Disorder
(DID), biasa disebut orang awam dengan kepribadian ganda, merupakan keberadaan
dua atau lebihkepribadian/identitas dalam satu tubuh. Fakta menunjukkan
pelaporan terbanyak individu dengan DID setidaknya memiliki belasan/puluhan
kepribadian dalam satu tubuh. Masing-masing kepribadian memiliki fungsi
kognitif, afektif, memori, dan perilaku yang berbeda-beda. Kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan pengalaman tidak menyenangkan
pada masa kanak-kanak adalah penyebab yang paling dominan timbulnya disosiatif
disorder. #UNDERSTANDINGPEOPLE
Comments
Post a Comment