APLIKASI MODEL LITERASI (SEVEN PILARS)

SEVEN PILLARS

Seven pillars model dibuat oleh SCONULL pada tahun 1999, model ini mengkombinasikan ide mengenai kemampuan yang meliputi mengklarifikasi dan mengilustrasikan hubungan antara informasi keterampilan dan keahlian TI, dan gagasan tentang kemajuan. 

Model Tujuh Pilar hendaknya dilihat dari segi peningkatan mulai dari ketrampilan kemelekan  informasi dasar melalui  cara lebih canggih memahami serta menggunakan informasi.  Model 7 Pilar terdiri dari 2 himpunan ketrampilan yaitu :
  1. Mengetahui bagaimana menentukan lokasi informasi serrta mengaksesnya
  2. Mengetahui bagaimana memahami serta menggunakan informasi.


Ada 7 keterampilan yang dibutuhkan yang akan saya jelaskan dengan contoh sebagai berikut.

Melanjutkan magister di luar negeri adalah impian sebagian mahasiswa strata 1 di Indonesia, apalagi dengan beasiswa, selain dapat menambah pengetahuan, pengalaman dan relasi,  kuliah di luar negeri dengan beasiswa juga dapat membangun personal branding pada individunya, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang.

1. Recognise information need, mengenali kebutuhan informasi. Dalam pilar ini kita dituntut untuk mengupgrade informasi, menilik kembali informasi yang sudah diketahui sebelumnya dan mulai mencari informasi yang belum diketahui. Menata informasi apa saja yang dibutuhkan, dalam hal ini kita harus mencari informasi berkaitan dengan bidang yang kita minati atau ingin kita tuju, beasiswa yang tersedia, informasi tentang persyaratan, dll.

2. Distinguish ways addressing gap, membedakan cara mengatasi kesenjangan, mengetahui sumber informasi yang paling besar berpeluang memuaskan kebutuhan. Ada banyak sumber yang literatur yang menyediakan informasi seputar beasiswa kuliah ke luar negeri, untuk itu selektifitas sangat  dibutuhkan mengingat bisa saja sumber yang seolah dapat dipercaya ternyata tidak memberikan kepuasan informasi. Usahakan mencari informasi satu arah, dari website resmi atau website partner yang memang concern pada bidang beasiswa luar negeri. Bandingkan 1 sumber dengan sumber yang lainnya sampai kita yakin akan sumber yang dapat memuaskan.

3. Construct strategies for locating, membangun strategi untuk lokasi, bagaimana mengembangkan dan memperbaiki strategi yang efektif. Setelah mengetahui sumber informasi yang berpeluang besar memuaskan kebutuhan, selanjutnya adalah mengembangkan strategi berkaitan dengan informasi lokasi, pada tahap ini cari informasi tentang lokasi yang ingin kita tuju, sebut saja kita ingin melanjutkan kuliah di Oxford University, tentu kita juga harus paham mengenai informasi lokasi di sana, bagaimana keadaan lingkungan sekitar, bagaimana cara mencari makanan sebagai seorang muslim, kebutuhan internet, peraturan-peraturan, dll.

4. Located and acces, menentukan lokasi dan akses. Mengetahui bagaimana mengakses sumber informasi yang dibutuhkan, serta memeriksa alat yang digunakan adalah untuk mengakses informasi.  Setelah menghimpun banyaknya informasi, pada tahap ini kita tentukan lokasi, akses, dan alat. Sebagai contoh www.lpdp.kemenkeu.go.id sebagai sumber  informasi pengelolaan  beasiswa yang dipercaya, Lembagaa Pengelola Dana Pendidikan adalah satuan kerja di bawah Kementerian Keuangan yang mengelola dana pendidikan sesuai amanat PMK Nomor 252 Tahun 2010.  Pada website tersebut banyak dijelaskan tentang persyaratan beasiswa luar negeri full funded, hotcourses.co.id sebagai sumber terpercaya untuk mencari informasi terkait universitas yang dituju dengan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi. Berkaitan dengan alat usahakan memakai peralatan yang kompatibel, bisa gunakan laptop karena lebih memungkinkan menyimpan lebih banyak dokumen.

5. Compare and evaluate, membandingkan dan evaluasi, mengetahui bagaimana akses relevansi dan kualitas informasi yang ditentukan. Bisa dengan kita membandingkan dengan mengkomunikasikan informasi yang kita dapat kepada orang yang berpengalaman, evaluasi berguna untuk memperbaiki informasi yang cacat atau belum sempurna, cari kaitan informasi yang didapat dengan informasi lain yang mungkin saja bisa berguna. Demi kepuasan memperoleh informasi beasiswa luar negeri, kita bisa langsung berkomunikasi dengan almuni-alumni yang sudah berpengalaman, saling bertukar pikiran dan tentunya menambah sebuah informasi sebagai dampak evaluasi 

6. Organise, apply, and comunicate. Mengorganisasikan, menerapkan, dan mengkomunikasikan, setelah mantap akan informasi yang didapat, mengetahui bagaimana rangkaian informasi baru dan informasi lama, berbagi hasil temuan informasi dengan orang lain adalah langkah yang tepat, bisa jadi informasi yang kita miliki sangat berguna bagi orang lain yang juga ingin melanjutkan kuliah di luar negeri.

7. Synthesise and create, sintesis dan menciptakan. Memahami bagaimana mengasimilasikan informasi dari berbagai jenis sumber untuk menciptakan pengetahuan baru. Dapat kita tuangkan pengetahuan tersebut dalam sebuah tulisan artikel, atau buku sekalipun. 

Comments

Popular Posts